Kamis, 13 Agustus 2009

perjalanan yang penuh makna,,,
tidak seperti biasanya macet membuat aku merasakan ketidaknyamanan, kamis 13 agustus 2009 adalah kemacetan yang menyejukan jiwa.
seorang kakek dengan postur tubuh tegak penuh dengan ketegasan menggambarkan dirinya seorang pejuang kemerdekaan yang tangguh dan senyum tulus dan candaannya yang membuat aku tidak pernah lelah mendengarkan nasehatnya.

banyak kalimat yang membuat aku menjadi kembali tersenyum menghadapi hidup, setelah setengah bulan merasakan kelelahan, banyak keluhan dan putus asa.

penggalan kalimat nasehat yang menyejukkan :
neng,,, dulu kakek berjuang hanya dengan golok, sementara belanda dengan tembakan. tapi kakek yakin akan menang karena kakek menyerahkan segalanya pada ALLAH SWT. tdk pernah berharap belanda akan kasihan sama kita. neng juga harus begitu,, jangan terlalu berharap pada manusia karena manusia tempatnya salah, berikanlah harapan sepenuhnya pada pemilik hati kita, DIA tidak akan pernah berbuat salah untuk membuat kita kecewa.

kakek sudah lama menikah sama nenek, tapi kami selalu rukun, karena tidak ada amarah di atas amarah,, kl kakek lagi marah nenek tdk pernah membalasnya, begitu juga sebaliknya. semua masalah diselesaikan dgn kepala dingin.

dalam hidup jika kita ingin dihargai maka kita harus menghargai orang lain, jaga perasaannya jgn sampai terluka oleh sikap kita apalagi perkataan kita, jangan pernah merasa lebih dari orang lain karena kita tidak pernah tau bagaimana kehidupan nanti, tak selamanya kita ada di atas. kesombongan dan keangkuhan dapat menghancurkan kita. ......... to be continue.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar